Cara Penulisan Surat Bisnis Secara Umum

Cara Penulisan Surat Bisnis Secara Umum

Selamat bertemu di blog pelajaran akuntansi dalam topik pembahasan cara penulisan surat bisnis secara umum yang di sajikan dalam sebuah tulisan untuk tujuan pembelajaran akuntansi yang lebih memadai. Semoga dengan topik pembahasan cara penulisan surat bisnis secara umum ini dapat menambah wawasan pembaca dan bermamfaat, berikut ini pembahasannya. Surat adalah alat komunikasi penyampaian informasi secara tertulis dari satu pihak ke pihak lain. 

Informasi  yang disampaikan tersebut dapat berupa pemberitahuan, pernyataan, pertanyaan, permintaan, laporan, pemikiran, sanggahan, kritikan dan sebagainya. Bila suatu surat mendapat jawaban atau balasan maka terjadilah hubungan surat menyurat yang disebut korespondensi. Peranan surat menyurat sangat penting dalam suatu organisasi, baik organisasi kecil, sedang, ataupun besar. Surat berfungsi sebagai alat informasi tertulis mengenai suatu hal tertentu secara jelas dan tertulis dan harus terinci agar surat surat sebagai alat komunikasi dapat mencapai tujuannya. Surat harus ditulis dengan menggunakan bahasa yang mudah dimengerti, jelas, dan terang mengenai maksud dan tujuannya.

A. Pengertian surat

Menurut pusat pembinaan dan pengembangan bahasa departemen pendidikan nasional, surat adalah sarana komunikasi yang digunakan untuk menyampaikan informasi tertulis oleh suatu pihak kepada pihak lain baik yang berkaitan dengan kegiatan bisnis ataupun nonbisnis. Pengertian surat tersebut bersifat umum dan berlaku untuk berbagai keperluan tergantung maksud dan tujuan pengirim surat tersebut. Surat itu bisa berupa surat undangan rapat,
surat penawaran barang, surat pengaduan pelanggan, surat kontrak kerja, surat pemutusan hubungan
kerja, surat keputusan dan surat lain-lain. 

Baca juga: Aset tetap atau aktiva tetap dalam akuntansi.

Pengertian surat bisnis

Pengertian surat bisnis adalah surat yang digunakan oleh seseorang, lembaga organisasi atau institusi yang menyampaikan pesan-pesan bisnis secara tertulis kepada pihak lain dengan menggunakan media tertentu baik itu berupa pengiriman surat via pos, faksmilie, telepon ataupun lewat jalur internet. Contoh surat bisnis sangat beragam jumlahnya diantaranya surat perintah kerja, surat perkenalan bisnis, surat pemesanan produk, surat pindah alamat kantor, surat penagihan, surat kontrak kerjasama, surat perjanjian ataupun surat pengaduan. Untuk mengetahui cara penulisan surat bisnis secara umum adalah dengan memahami dan memperhatikan hal-hal yang menjadi ketentuan dan acuan untuk penulisan surat bisnis secara umum dengan memperhatikan penjelasan berikut ini.
Baca juga: Inflasi untuk perubahan harga dalam ekonomi.

B. Fungsi Surat

Fungsi utama surat adalah sebagai alat komunikasi secara tertulis. 
Karena tertulis surat dapat juga mempunyai fungsi sebagai:

1. Tanda bukti tertulis
2. Alat pengingat
3. Pedoman untuk bertindak
4. Keterangan keamanan
5. Duta/wakil organisasi
6. Dokumen historis dari suatu kegiatan. 
Baca juga: Analisis penentuan keputusan investasi perusahaan.

C. Kriteria Surat Yang Baik

Adapun ciri surat bisnis secara umum surat yang baik adalah:

1. Menggunakan kertas surat yang tepat dari segi ukuran, jenis, dan warna sesuai dengan surat yang akan akan tertulis
2. Menggunakan bentuk surat yang standar
3. Menggunakan bahasa yang baku
4. Menggunakan gaya bahasa yang lugas
5. Menggunakan bahasa yang jelas
6. Menggunakan bahasa yang sopan dan hormat
7. Menyajikan fakta yang benar dan lengkap
8. Tidak menggunakan singkatan, kecuali yang lazim dipakai di dalam surat penyurat
9. Tidak menggunakan kata-kata sulit dan istilah yang belum memasyarakat. 
Baca juga: Informasi catatan atas laporan keuangan.

Cara penulisan surat bisnis secara umum, disamping aspek teknis diatas agar menjadi penulis surat yang baik, bagi koresponden harus memnuhi sejumlah persyaratan lain yaitu:

1. Mengetahui prosedur surat menyurat secara umum
2. Menguasai pemakaian bahasa tulis dengan baik
3. Mengetahui seluk-beluk permasalahan yang akan ditulis
4. Mengetahui posisi hubungan antara pengirim dan penerima surat

D. Bagian-Bagian Surat
 
Cara penulisan surat bisnis secara umum, bentuk
dan ukuran atau format surat berbeda satu sama lain disebabkan penempatan bagian-bagian surat itu. 

Bagian-bagian surat itu
adalah sebagai berikut:

1. Kepala atau kop surat
2. Nomor surat
3. Tanggal
4. Alamat
5. Salam pembuka
6. Hal
7. Isi surat
8. Salam penutup
9. Tanda tangan
10. Nama penandatangan
11. Inisial
12. Lampiran
13. Tembusan 
Baca juga: Surat berharga untuk investasi jangka pendek.

E. Bentuk Surat Bisnis

Adapun bentuk-benntuk surat bisnis yaitu:
1. Surat resmi
a. Bentuk resmi Indonesia lama
b. Bentuk resmi Indonesia baru

2. Surat bentuk lurus
a. Lurus
b. Lurus penuh

3. Surat bentuk bertekuk
a. Bertekuk
b. Paragraph menggantung

F. Jenis Surat Bisnis
 
Adapun jenis-jenis surat bisnis diantaranya:
1. Surat permintaan
2. Surat penawara
3. Surat pemesanan atau pembelian
4. Surat pengantar pengiriman barang
5. Surat keluhab/pengaduan
6. Surat tuntutan/klaim 

Baca juga: Pengertian dan jenis-jenis persediaan.

G. Bahasa Surat

Yang dimaksud dengan bahasa surat di sini ialah bahasa yang kita gunakan dalam surat yang kita buat terutama bahasa dalam bagian inti surat itu, meliputi: 
1. Bahasa yang jelas adalah bahasa yang tidak memberi peluang untuk ditafsir secara berbeda
2. Bahasa yang lugas adalah bahasa yang sederhana langsung pada permasalahan.
3. Bahasa umum adalah bahasa resmi di masyarakat yaitu bahasa yang dipahami oleh seluruh lapisan masyarakat. 

Baca juga: Jenis dan klasifikasi aktiva tetap.

Kesimpulan cara penulisan surat bisnis secara umum:  
Setiap surat masuk yang diterima dan surat keluar yang dikirim oleh suatu organisasi pemerintah atau swasta  mempunyai nilai yang sangat penting, baik sebagai alat komunikasi, sebagai pusat ingatan, sebagai bukti otentik dan  sekaligus dapat menunjukkan dinamika atau kegiatan hidup suatu kantor atau organisasi. Oleh karena itu pengelolaan  atau penanganan surat masuk dan keluar harus dilakukan dengan cara yang tepat sehingga selalu dapat diikuti proses perkembangannya. 

Demikian pembahasan artikel mengenai cara penulisan surat bisnis secara umum, semoga dengan pemahaman artikel ini anda semakin memahami tentang akuntansi untuk cara penulisan surat bisnis secara umum. Terimakasih atas kunjungannya dan semoga bermamfaat.

Source link

Categories Belajar

Leave a Comment