PAI VIII BAB 11 Ibadah Puasa Membentuk Pribadi yang Bertakwa ~ GEOGRAPIK

Puasa Ramadhan adalah puasa yang dilaksanakan di bulan Ramadhan yang merupakan rukun Islam keempat.

Puasa wajib ini dimulai diperintahkan pada tahun kedua hijrah, setelah Nabi Muhammad saw hijrah ke Madinah.

Hukumnya adalah fardu’ain. Oleh karena itu, jangan sekali-kali meninggalkan puasa Ramadhan tanpa adanya halangan yang dibenarkan menurut syariat.

Apabila sedang berhalangan melaksanakan puasa Ramadhan, kita wajib menggantikannya pada hari yang lain.

Agar puasa kita menjadi lebih sempurna dan bermakna, marilah kita pahami ketentuan-ketentuannya.

1. Syarat wajib puasa
Orang Islam berkewajiban untuk melaksanakan puasa apabila memenuhi syarat sebagai berikut:
a. berakal
b. balig
c. mampu berpuasa

2. Syarat sahnya puasa
Di samping syarat wajib ada syarat lain agar puasa kita menjadi sah, antara lain:
a. beragama  Islam
b. mumayiz (dapat membedakan mana yang baik dan tidak baik)
c. suci dari darah haid dan nifas
d. dalam waktu yang diperbolehkan untuk berpuasa

3. Rukun puasa
Orang yang melaksanakan puasa harus memenuhi rukun puasa antara lain yaitu:

a. Niat untuk berpuasa
Ketika hendak berpuasa di bulan Ramadhan, lakukan niat di dalam hati dengan ikhlas. Apabila diucapkan, maka niat puasa tersebut adalah sebagai berikut:

Artinya:
“Saya berniat puasa Ramadhan esok hari untuk menjalankan kewajiban di bulan Ramdhan tahun ini karena menaati perintah Allah Ta’ala”

Niat untuk melaksanakan puasa dilakukan pada malam hari sebelum memulai puasa dan selambat-lambatnya sebelum terbit fajar.

Untuk menjaga agar niat puasa ini tidak terlewatkan, kita boleh mengucapkan niat puasa ini setelah selesai salat tarawih.

b. Menahan diri dari segala sesuatu yang membatalkan puasa dari terbit fajar sampai terbenamnya matahari.

4. Hal-hal yang membatalkan puasa
Berpuasa merupakan bentuk ibadah kita kepada Allah Swt untuk itu kita harus berhati-hati dalam melaksanakannya. Ada enam perkara yang bisa membatalkan puasa kita, yaitu:

a. Makan dan minum
Makan dan minum yang membatalkan puasa adalah apabila dilakukan dengan sengaja. Kalau makan dan minum dilakukan dengan tidak sengaja karena lupa, hal ini tidak membatalkan puasa.

b. Muntah yang disengaja atau dibuat-buat.
Apabila muntahnya tidak disengaja, tidak membatalkan puasa

c. Berhubungan suami istri
Orang yang melakukan hubungan suami isteri pada siang hari di bulan Ramadhan dapat membatalkan puasanya. Ia wajib mengganti puasa itu serta harus membayar kifarat (denda). Ada tiga macam kifaratnya, antara lain: memerdekakan hamba sahaya, kalaut tidak sanggup memerdekakan hamba sahaya maka wajib berpuasa dua bulan berturut-turut, kalau tidak kuat puasa maka bersedekah dengan memberikan makanan yang mengenyangkan kepada enam puluh fakir miskin dan tiap-tiap orang mendapat 3/4 liter beras atau yang setara.

d. keluar darah haid atau nifas bagi perempuan
e. Gila atau sakit jiwa
f. Keluar cairan mani dengan sengaja

5. Hal-hal yang disunahkan dalam puasa

Source link

Categories Belajar

Leave a Comment