Pemimpin Dan Manajemen Kepemimpinan – Akuntansi

Pemimpin Dan Manajemen Kepemimpinan

Pengertian pemimpin
 

Pemimpin dan manajemen kepemimpinan – Pemimpin adalah seseorang yang menggunakan kemampuannya, sikapnya, nalurinya, dan ciri-ciri kepribadiannya yang mampu menciptakan suatu keadaan, sehingga orang lain yang dipimpinnya dapat saling bekerja sama untuk mencapai tujuan. Pemimpin pada dasarnya adalah orang yang mampu menggerakkan sumber daya, terutama manusia untuk bekerja sama untuk mencapai tujuan. Menurut Jack Welch: Pemimpin adalah orang yang memberikan inspirasi dengan visi yang jelas mengenai bagaimana sesuatu dapat dikerjakan dengan cara yang lebih baik.

Pemimpin dan kepemimpinan adalah sesuatu yang tak dapat dipisahkan, merupakan suatu kesatuan. Seorang pemimpin harus mempunyai jiwa kepemimpinan. Jiwa kepemimpinan ini terbentuk dari suatu proses dari waktu ke waktu hingga akhirnya akan mengkristal dalam suatu bentuk karakteristik kepemimpinan. Seseorang yang mempunyai jiwa kepemimpinan, dengan usaha yang gigih akan dapat membantu lahirnya penegasan sikap kepemimpinan pada dirinya (Fahmi, 2012: 16).

Robbins 2003: 40 menyatakan bahwa kepemimpinan (leadership) adalah kemampuan untuk mempengaruhi suatu kelompok kearah tercapainya tujuan. Sementara Stoner 1996: 161 menyatakan bahwa kepemimpinan adalah proses mengarahkan dan mempengaruhi aktifitas yang berkaitan dengan pekerjaan dari anggota kelompok. 
Baca juga: Ketentuan umum tata cara perpajakan.

Implikasi penting kepemimpinan, yaitu:

1. Kepemimpinan melibatkan orang lain–bawahan atau pengikut. Kesediaan mereka untuk menerima pengarahan dari pemimpin, akan membantu dalam menentukan status atau kedudukan pemimpin dan membuat proses kepemimpinan dapat berjalan. Tanpa bawahan, semua mutu atau kualitas kepemimpinan dari seorang manajer menjadi tidak relevan.
2. Kepemimpinan melibatkan distribusi kekuasaan yang tidak merata antara pemimpin dan anggota kelompok. Pemimpin biasanya mempunyai kekuasaan yang lebih besar dan mempunyai wewenang untuk mengarahkan berbagai kegiatan dari anggota organisasi.
3. Kepemimpinan adalah kemampuan menggunakan berbagai bentuk kekuasaan untuk mempengaruhi tingkah laku pengikut dengan berbagai cara. Pemimpin tidak hanya dapat memerintah bawahan apa yang harus dilakukan, tetapi juga dapat mempengaruhi bagaimana bawahan akan melaksanakan perintahnya.
4. Kepemimpinan adalah mengenai nilai, bahwa seorang pemimpin harus memperhatikan komponen moral dalam melaksanakan kepemimpinannya. Pemimpin harus dapat menjadi contoh atau guru etika bagi para bawahannya.

Dalam melaksanakan fungsi kepemimpinan, manajemen kepemimpinan sangat diperlukan oleh suatu organisasi. Manajemen kepemimpinan adalah suatu ilmu yang mengkaji secara komprehensif bagaimana seseorang melaksanakan kepemimpinan dengan mempergunakan seluruh sumber daya yang dimilik. Bagian terpenting dalam ilmu manajemen adalah menggunakan seni dalam menggerakkan orang lain untuk mencapai tujuan organisasi. 
Jack Welch dalam Slater (2001 : 35) tugas seorang pemimpin adalah menempatkan orang terbaik pada posisi dengan peluang terbaik, mentransfer ide, mengalokasikan sumber daya dan mengalokasikan dana pada bidang yang tepat. Dengan demikian, manajemen kepemimpinan jelas akan dapat mendukung terlaksananya pekerjaan secara tepat, sehingga pencapaian tujuan organisasi akan dapat dilaksanakan secara lebih baik. 
Baca juga: Pasar modal dan lembaga keuangan lainnya.

Peran Pemimpin

Peran seorang pemimpin yaitu menciptakan dan mempertahankan aktivitas kelompok yang berkaitan dengan tugas yang harus dilaksanakan oleh pemimpin itu sendiri dan seseorang agar kelompok dapat berfungsi secara efektif.

Pemimpin dan manajemen kepemimpinan, proses mengarahkan dan mempengaruhi aktivitas yang berkaitan dengan pekerjaan dari anggota kelompok, menjadi tugas utama dalam mengorganisasi sumber daya manusia atau orang-orang yang ada di dalamnya. Untuk efektivitas peran, pemimpin harus disertai dengan rancangan proses manajemen dan struktur organisasi sampai terciptanya budaya organisasi yang kondusif, sehingga kualitas orang-orang di dalamnya juga akan mempengaruhi keberhasilan yang akan dicapai.

Fungsi Utama Kepemimpinan

Pemimpin sesuai dengan perannya memiliki fungsi utama melaksanakan fungsi melayani dengan harapan sebagai leading up artinya memimpin ke atas dan berkembang, leading across yang berarti pemimpin juga memimpin kesamping yang artinya belajar dari orang lain, leading down atau memimpin ke bawah yang maknanya mengembangkan orang-orang di bawah, dan laininya adalah leading inside.
 
Sering muncul pertanyaan mengapa sebuah organisasi/perusahaan/komunitas perlu  pemimpin? Menurut Stober dkk secara filasofis dapat dijelaskan bahwa pada prinsipnya diperlukan seseorang yang memamang memiliki kekhasan yang mampu memandang lebih jauh, lebih dalam, dan lebih luas. Tujuannya adalah lebih dalam artinya pemimpin mampu mengenali makna dan merumuskan visi-misi pribadi kemudian potensi itu dimafaatkan secara maksimum. Secara lebih luas pemimpin harus mampu mendapatkan kepercayaan dan menginspirasi serta menghasilkan dampak nyata berupa transformasi.
 

Kepemimpinan pada prinsipnya adalah suatu daya atau pengaruh seorang pemimpin mampu untuk menggali makna, menemukan visimisi, dapat menginspirasi atau menggerakkan orang, menstranformasi orang dan komunitasnya, serta mengangkat harkat timnya sepanjang operasional organisasi/perusahaan atau komunitasnya. 
Baca juga: Standar akuntansi berbeda di berbagai negara.

Ciri-Ciri Pemimpin yang Baik

Pemimpin dan manajemen kepemimpinan, pemimpin yang baik adalah yang ideal bagi organisasi yang dicerminkan dari ciri-ciri yang dimilikinya. Seseorang yang akan dipilih sebagai pemimpin hendaknya mempunyai ciri-ciri dan sifat-sifat tertentu yang akan dapat mendukungnya dalam menjalankan roda kepemimpinannya. 

Menurut George R. Terry ciri-ciri seorang pemimpin adalah:
1. Energic, yaitu: Mempunyai kekuatan mental dan fisik.
2. Stabilitas emosi yaitu: Seorang pemimpin tidak boleh berprasangka buruk, dapat mengendalikan diri, tidak boleh cepat marah kepada bawahan, serta punya rasa percaya diri yang tinggi.
3. Human relationship
yaitu: Mempunyai pengetahuan tentang hubungan manusia.
4. Personal motivation
yaitu: Keinginan menjadi pemimpin harus besar dan dapat memotivasi diri sendiri.
5. Communication skill
yaitu: Mempunyai kecakapan dalam berkomunikasi.
6. Teaching skill
yaitu: Mempunyai kecakapan untuk mengajarkan, manjelaskan, dan mengembangkan bawahannya.
7. Social skill
yaitu: Mempunyai keahlian di bidang sosial, suka menolong, suka bawahannya maju, ramah, dan luwes dalam bergaul.
8. Technical competent
yaitu: Mempunyai kecakapan menganalisis, merencanakan, mengorganisasi, mendelegasikan wewenang, menyusun konsep, dan mengambil keputusan.

Kriteria menjadi pemimpin menurut Kartono (1988: 31) adalah:
1. Memiliki kekuasaan, yaitu kekuatan, otoritas, legalitas, yang memberi wewenang kepada pemimpin untuk mempengaruhi dan menggerakkan bawahan untuk berbuat sesuatu.
2. Memiliki kewibawaan, yaitu kelebihan, keunggulan, keutamaan, sehingga mampu mengatur orang lain untuk patuh pada pemimpin dan bersedia melakukan perbuatan-perbuatan tertentu.
3. Memilki kemampuan, yaitu segala daya, kesanggupan, kekuatan dan kecakapan ketrampilan teknis ataupun sosial yang dianggap melebihi kemampuan angoota biasa.

Syarat pemimpin yang berhasil menurut Zainun (1989: 89) adalah:
1. Mempunyai kecerdasan yang cukup tinggi untuk memikirkan dan mencarikan pemecahan setiap persoalan yang timbul dengan cara yang tepat, bijaksana dan memungkinkan untuk dilaksanakan.
2. Mempunyai emosi yang stabil, tidak mudah diombang-ambingkan oleh suasana yang senantiasa berganti-ganti dan dapat memisahkan antara persoalan pribadi, rumah tangga, dan organisasi.
3. Mempunyai kepandaian dalam menghadapi manusia dan mampu membuat bawahan merasa betah, senang dan puas dalam bekerja.
4. Mempunyai keahlian untuk mengorganisir dan menggerakkan bawahan secara bijaksana dalam meujudkan tujuan organisasi serta mengetahui dengan tepat kapan dan kepada siapa tanggungjawab dan wewenang didelegasikan.
5.
Mempunyai keterampilan sosial dan keterampilan manajemen. 
Mempunyai keterampilan sosial, yaitu keterampilan untuk memecahkan masalah-masalah yang timbul dalam suatu masyarakat. 
Mempunyai keterampilan manajemen, yaitu keterampilan dalam menggunakan metode, teknik dan peralatan untuk melaksanakan tugas tertentu, kemampuan untuk memahami motivasi dan bekerja sama dengan orang lain, dan kemampuan untuk memahami kompleksitas organisasi dan bertindak sesuai dengan tujuan menyeluruh organisasi.

Pemimpin dan manajemen kepemimpinan, bagi seorang pemimpin yang penting adalah bahwa dalam dirinya terdapat perimbangan yang secukupnya dengan ciri-ciri tersebut. Perlu diperhatikan juga bahwa dalam berbagai tahapan perkembangan perusahaan akan diperlukan pemimpin-pemimpin dengan watak dan sifat yang berbeda-beda, demikian juga untuk perubahan zaman diperlukan pemimpin dengan sifat-sifat yang berbeda juga (Van Der Schroeff, 1990: 153). 
Baca juga: Jenis dan klasifikasi aktiva tetap tidak berwujud.

Leadership Characters (Karakter-Karakter Kepemimpinan)

Pemimpin dan manajemen kepemimpinan, karakter kepemimpinan adalah kualitas personal dari seorang pemimpin yang terbentuk melalui akumulasi tindakan-tindakan yang mengacu kepada nilai-nilai moralitas dan etika yang diyakini oleh seorang pemimpin. Karakter tidak cukup hanya dibentuk melalui ucapan-ucapan, tetapi juga melalui pikiran dan tindakan riil.
 


Menurut Atmadja (2012: 26) 5 karakter kepemimpinan yang dikelompokkan dalam 3 tingkatan sebagai berikut: 
1. Dimensi spiritual atau disebut sebagai karakter moral terdiri dari ikhlas dan kejujuran.
2. Dimensi emosional atau disebut sebagai karakter sosial terdiri dari menghargai dan memahami.
3. Dimensi rasional atau disebut sebagai karakter kinerja yaitu sikap mental untuk mencapai hasil yang terbaik.

 


Prinsip-prinsip kepemimpinan (leadership principles)
 

Pemimpin dan manajemen kepemimpinan, prinsip kepemimpinan adalah kualitas personal yang dimiliki oleh seorang pemimpin yang mengacu kepada nilai-nilai yang mampu membawanya mencapai kinerja terbaik dalam rangka mewujudkan misi dan tujuan perusahaan (Atmadja 2012: 56)

Prinsip-prinsip kepemimpinan yaitu:

1. Peramu talenta
Disebut master chef karena pemimpin harus dapat meramu orang-orang yang dipimpinnya sehingga mereka mampu menjalankan misi dan tugas-tugas organisasi dengan baik. Pemimpin harus dapat memilih orang-orang terbaik yang dimilikinya kemudian menempatkannya pada posisi, tanggungjawab, dan kewenangan yang sesuai, sehingga menghasilkan kerjasama dan kinerja sinergis yang luar biasa.
2. Inspirasi melalui peran panutan
Cara paling efektif untuk menjalankan kepemimpinan dan mempengaruhi bawahan adalah dengan menjadikan diri pemimpin sebagai model. Caranya adalah dengan mempraktikkan apa-apa yang diperintahkan tersebut kepada bawahan. Kekuatan mempengaruhi ini ditentukan oleh kemampuan dalam menginspirasi bawahan melalui peran panutan. Role modeling ini diwujudkan dalam dua bentuk yaitu melalui passion dan vision. Passion yaitu peran pemimpin dalam menghidupkan nilai-nilai dan perilaku yang diyakini dan dikembangkan organisasi. Vision adalah peran pemimpin dalam mengembangkan visi, strategi, model bisnis, ide-ide bisnis, dan kemudian mewujudkannya untuk mencapai tujuan-tujuan organisasi. 
3. Pemberdayaan dan motivasi
Kompetensi utama yang harus dimiliki pemimpin adalah kemampuan dalam memberdayakan orang lain. Pemimpin harus dapat menemukan potensi-potensi tersembunyi bawahannya dan kemudian memberdayakannya sehingga menghasilkan kinerja yang luar biasa. Pemberdayaan berarti memberikan kewenangan kepada anak buah agar mereka bisa memberikan keputusan dalam memecahkan persoaalan-persoalan yang mereka hadapi dalam mengambil keputusan. Pemberdayaan saja tidaklah cukup, pemimpin juga harus dapat memotivasi.

4. Harmoni yang produktif
Productive harmony adalah iklim organisasi dimana keharmonisan antar karyawan terbangun baik, tetapi vitalitas untuk mencapai kinerja unggul tetap dapat diwujudkan dan didorong. Disini berarti keteduhan, kekeluargaan, saling pengertian, dan harmoni terpelihara subur, tetapi dibalik itu dinamika persaingan untuk mencapai kinerja terbaik antar karyawan juga tetap bisa dipelihara.
5. Semua orang adalah penting
Everyone is importance berarti menganggap bahwa semua orang adalah penting. Berarti semua posisi/jabatan yang ada dalam organisasi/perusahaan adalah penting bagi keberhasilan perusahaan. Fungsi dan peran masing-masing orang ini dikolaborasikan dan disinergikan sehingga tercipta kerjasama dan kekuatan tim yang luar biasa.
Ketika setiap karyawan dianggap penting, dihargai, dan memiliki peran yang bernilai bagi organisasi, ia akan menemukan makna (meaning) dari apa yang mereka kerjakan. Makna bekerja (meaning of work) ini adalah faktor penting penentu kepuasan kerja dan akhirnya kinerja yang dicapai oleh karyawan.
6. Pelindung)
The guardian berarti bahwa pemimpin adalah pelindung. Pemimpin harus bersedia berkorban bagi anak buahnya ketika mereka menghadapi persoalan-persoalan pelik yang tak dapat mereka selesaikan sehingga membutuhkan campur tangannya. Untuk itu pemimpin harus punya compassion, yaitu suatu sikap pemimpin yang tidak hanya memikirkan kepentingan dirinya, tetapi secara tulus memberikan pengabdian kepada anak buahnya. Disamping compassion, pemimpin juga harus mempunyai unsur-unsur yang lain yaitu kerelaan berkorban, mengambil tanggung jawab (responsible), dan berani menanggung risiko (take risk). 

Baca juga: Pengertian dan jenis-jenis persediaan.

 
Sistem Pengendalian Manajemen

Pemimpin dan manajemen kepemimpinan, pengendalian merupakan salah satu fungsi manajemen yang harus dijalankan dalam mengelola suatu oraganisasi yang berbentuk perusahaan. Penerapan pengendalian manajemen diperlukan untuk mengendalikan suatu aktivitas dalam perusahaan agar berlangsung sesuai dengan rencana dan tujuan yang telah ditetapkan.
 
Beberapa ahli dan penulis memberikan defenisi pengendalian manajemen:

Robert N. Anthony (2008: 8) 
Menyatakan sistem pengendalian manajemen adalah Pengendalian manajemen merupakan proses dengan mana para manajemen mempengaruhi anggota organisasi lainnya untuk mengimplementasikan strategi organisasi. Dalam hal ini pengendalian manajemen membutukan suatu sistem formal yang merupakan cara tertentu untuk melaksanakan suatu atau serangkaian aktivitas. Sistem yang digunakan oleh manajemen untuk mengendalikan aktivitas suatu perusahaan disebut sistem pengendalian manajemen.

Arief Suandi (2001: 9) 
Menyatakan bahwa: Sistem pengendalian manajemen adalah sebuah sistem yang terdiri dari beberapa anak sistem yang saling berkaitan, yaitu: pemprograman, penganggaran, akuntansi, pelaporan, dan pertanggungjawaban untuk membantu manajemen mempengaruhi orang lain dalam sebuah perusahaan, agar mau mencapai tujuan perusahaan melalui strategi tertentu secara efektif dan efisien. Sistem pengendalian manajemen adalah sistem yang digunakan oleh manajemen untuk mempengaruhi para anggota organisasinya agar mengimplemenatsikan startegi-strategi organisasi secara efisein dan efektif dalam rangka mencapai tujuan organisasi.

Sumarsan (2013: 4) 
Menyatakan sistem pengendalian manajemen merupakan suatu rangkaian tindakan dan aktifitas yang terjadi pada seluruh kegiatan organisasi dan berjalan secara terus menerus. Pengendalian manajemen bukanlah suatu sistem terpisah dalam suatu organisasi, melainkan harus dianggap sebagai bagian penting dari setiap sistem yang dipakai manajemen untuk mengatur dan mengarahkan kegiatannya.
Anthony dan Govindarajan 2005 
Menyatakan sistem pengendalian manajemen sebagai suatu proses agar para manajer mempengaruhi anggota organisasi lainnya untuk mengimplementasi strategi organisasi.
Kegiatan-kegiatan pengendalian manajemen, yaitu:
 

1. Merencanakan apa yang seharusnya dilakukan oleh organisasi
2. Mengkoordinasikan kegiatan dari beberapa organisasi
3. Mengkomunikasikan informasi
4. Mengevaluasi informasi
5. Memutuskan tindakan seharusnya diambil
6. Mempengaruhi orang lain untuk mengubah perilaku. 

Baca juga: Surat berharga untuk investasi jangka pendek.

Unsur-unsur Sistem Pengendalian Manajemen

Unsur-unsur sistem pengendalian manajemenyang yang dapat diandalkan:
1. Keahlian karyawan sesuai dengan tanggung jawabnya.
2. Pemisahan tugas dan tanggung jawab.
3. Sistem pemberian wewenang, tujuan dan teknik serta pengawasan yang sesuai untuk mengadakan pengendalian atas harta, utang penerimaan dan pengeluaran.
4. Pengendalian terhadap penggunaan harta dan dokumen serta formulir.
5. Pemriksaan fisik harta dengan catatan-catatan harta dan utang, dan mengadakan tindakan koreksi jika dijumpai adanya perbedaan.

 
Karakteristik Sistem Pengendalian Manajemen

Sistem pengendalian manajemen mempunyai karakteristik:

1. Sistem pengendalian manajemen dipusatkan pada program berupa proyek produk, lini produk, penelitian, dan pengembangan atau kegiatan serupa yang dilakukan perusahaan untuk mencapai tujuannya dan pusat pertanggungjawaban berupa unit perusahaan yang dipimpin oleh seorang manajer yang bertanggungjawab.
2. Informasi yang diproses dalam sistem pengendalian manajemen terbagi atas dua jenis yaitu data terencana dalam bentuk program, anggaran dan standar, data aktual yaitu data yang benar terjadi di dalam maupun di luar organisasi.
3. Sistem pengendalian manajemen adalah sistem perusahaan total yang merangkum semua aspek dalam operasi perusahaan yang berfungsi untuk membantu manajemen memelihara keseimbangan di antara bagian-bagian perusahaan.
4. Sistem pengendalian manajemen biasanya berhubungan erat dengan struktur keuangan, kegiatan-kegiatan dan sumber daya perusahaan dinyatakan dalam satuan uang sehingga dapat dibandingkan satu sama lain.  Sehingga dapat digunakan untuk memperluas ruang lingkup dan kualitas sistem pengendalian manajemen.
5. Aspek-aspek perencanaan sistem pengendalian manajemen cenderung mengikuti pola dan jadwal tertentu. Diantaranya dalam penyusunan anggaran diambil langkah-langkah tertentu untuk menentukan rangkaian kejadian pada tanggal tertentu setiap tahun.
6. Sistem pengendalian manajemen merupakan sistem yang terkoordinasi dan terpadu, dimana data yang terkumpul digabungkan untuk saling dibandingkan setiap saat. Data aktual disusun sesuai dengan data yang direncanakan dan diukur secara konsisten untuk memungkinkan perbandingan antara hasil aktual dengan hasil yang diinginkan.

 
Struktur Sistem Pengendalian Manajemen

Pemimpin dan manajemen kepemimpinan, struktur  pengendalian manajemen berpusat pada bermacam-macam pusat pertanggung jawaban, dan pusat pertanggung jawaban adalah unit organisasi yang dipimpin oleh seorang manajer yang bertanggung jawab. Setiap pusat pertanggungjawaban mempunyai masukan dan keluaran. 
Jenis pusat pertanggungjawaban menurut Sumarsan (2013) adalah:
1. Pusat Biaya (cost center)
2. Pusat Pendapatan (revenue center)
3. Pusat Laba (profit center)
4. Pusat Investasi (investement center).

Baca juga: Informasi catatan atas laporan keuangan.

Proses Sistem Pengendalian Manajmen

Proses dalam sistem pengendalian manajemen terdiri atas empat tahap, yaitu:
1. Pemrograman
Pemrograman adalah proses memilih program yang memutuskan kegiatan-kegiatan perusahaan yang akan dilakukan untuk melaksanakan strategi perusahaan.
2. Penganggaran
Penganggaran adalah alat penting untuk perencanaan dan pengendalian jangka pendek yang biasanya meliputi waktu satu tahun yang efektif dalam organisai. 
3. Operasi dan pengukuran
Operasi dan pengukuran yaitu proses menjalankan program dan anggaran serta membandingkan antara data sesungguhnya dengan anggaran.
4. Pelaporan dan Analisis
Dalam tahap p
elaporan dan analisis dibuat laporan anggaran kemudian laporan tersebut di analisis dengan merinci varians serta faktor penyebabnya. 
Baca juga: Analisis penentuan keputusan investasi perusahaan.

Demikian pembahasan artikel mengenai pemimpin dan manajemen kepemimpinan, semoga dengan pemahaman artikel ini anda semakin memahami tentang akuntansi untuk pemimpin dan manajemen kepemimpinan. Terimakasih atas kunjungannya dan semoga bermamfaat.

Source link

Categories Belajar

Leave a Comment