Pengertian Depresiasi Dan Contoh Soal


Pengertian depresiasi dan contoh soal – Topik pembahasan kita saat ini adalah pengertian depresiasi dan contoh soal, yang bertujuan untuk pembelajaran akuntansi yang lebih memadai, berikut ini pembahasannya. Depresiasi atau penyusutan merupakan suatu sistem akuntansi yang bertujuan untuk mengalokasikan bagian dari harga perolehan suatu aktiva tetap berwujud sebagai beban dalam perhitungan laba rugi selama masa manfaat yang ditetapkan secara sistematis dan rasional. Suatu aktiva tetap bisa saja mempunyai masa guna lebih dari satu periode akuntansi, mempuyai nilai relatif besar dan tidak untuk dijual kembali. Bila suatu aktiva tetap tidak digunakan dalam aktivitas usaha perusahaan, maka aktiva tersebut tidak dapat diklasifikasikan sebagai aktiva tetap, lebih tepatnya diklasifikasikan sebagai investasi jangka panjang atau aktiva lain-lain.
Pengertian Depresiasi Dan Contoh Soal



Pengertian  Depresiasi


Pengertian depresiasi adalah proses pengalokasian biaya perolehan aset tetap menjadi beban selama masa manfaatnya dengan cara yang rasional dan sistimatis. Pengalokasian biaya perolehan diperlukan agar dapat dilakukan penandingan yang tepat antara pendapatan dengan beban. Depresiasi merupakan proses pengalokasian biaya perolehan, bukan proses penilaian aset. Nilai buku aset adalah biaya perolehan dikurangi akumulasi depresiasi. Saldo akun akumulasi depresiasi menggambarkan jumlah depresiasi yang telah dibebankan pada periode-periode yang lalu dan bukan menggambarkan dana yang telah dihimpun. 
Baca juga: Pemimpin dan manajemen kepemimpinan.




Faktor-Faktor Perhitungan Depresiasi


Pengertian depresiasi dan contoh soal, faktor yang mempengaruhi dalam perhitungan depresiasi, yaitu:
1. Biaya perolehan yaitu semua pengeluaran yang diperlukan untuk memperoleh sebuah aset sampai aset tersebut siap untuk digunakan untuk operasional perusahaan.
2. Masa manfaat disebut juga umur aset adalah jangka waktu pemakaian aset yang diharapkan oleh perusahaan atau taksiran umur yang diharapkan berdasar kebutuhan reparasi, masa memberi manfaat. Masa manfaat dinyatakan dalam satuan waktu, unit aktivitas misalnya jam kerja mesin. 
3. Nilai residu disebut juga nilai sisa adalah taksiran nilai tunai aset pada akhir masa manfaat aset tersebut. Nilai ini biasa didasarkan pada taksiran nilai aset sebagai barang bekas, atau bisa juga atas dasar taksiran bila aset ditukar dengan aset lain di akhir masa manfaat.


 
Metode-Metode Depresiasi


Adapun metode-metode depresiasi untuk pembebanan atau pencatatan adalah:
1.  Metode garis lurus
2. Metode saldo menurun
3. Metode jumlah angka tahun
4. Metode satuan kegiatan atau hasil


Penjelasannya:
1.  Metode garis lurus
Pengertian depresiasi dan contoh soal, dalam metode garis lurus beban depresiasi sepanjang masa pemakaian asset adalah sama besarnya.
Rumus perhitungannya adalah sebagai berikut:


Depresiasi tahunan= (Harga Perolehan – Harga Residu)
                                                Umur Ekonomis


Contoh soal 1:
Sebuah kios dibeli seharga Rp 8.000.000 dan diperkirakan dapat digunakan selama sepuluh tahun. Harga residu pada akhir tahun kesepuluh diperkirakan Rp 250.000


Depresiasi tahunan menurut metode garis lurus adalah:

(Rp 8.000.000- Rp 250.000)  = Rp 775.000
                      10

Contoh soal 2:
Pt. Abadi Jaya membeli sebuah mesin cetak seharga Rp 30.000.000, mesin tersebut diperkirakan berumur 5 tahun dengan nilai residu Rp 5.000.000 kapasitas produksi total mesin cetak 1.000.000 unit. Produksi tahun pertama sebesar 250.000 unit, produksi tahun kedua 230.000 unit, produksi tahun ketiga sebesar 210.000 unit, produksi tahun keempat 170.000 unit, produksi tahun kelima 140.000 unit.




 Metode garis lurus

Perhitungan untuk beban penyusutan: 20%  X (Rp 30.000.000 – Rp 5.000.000)
= 100% : 5 = 20%. 
Baca juga: Penjelasan jenis jenis akuntansi.


  
2. Metode saldo menurun


Pengertian depresiasi dan contoh soal, pada metode saldo menurun biaya depresiasi dari tahun ke tahun semakin menurun. Biaya depresiasi per tahun dihitung dengan cara mengalihkan nilai buku asset pada awal tahun dengan tarif depresiasi. Dalam hal ini tarif depresiasi tetap sama pada setiap tahun, akan tetapi nilai buku setiap tahun semakin menurun. Nilai buku pada awal tahun pertama adalah sama dengan biaya perolehan asset, sedangkan pada tahun-tahun berikutnya, nilai buku adalah selisih antara biaya perolehan dengan akumulasi depresiasi pada awal tahun. Depresiasi akan berakhir apabila nilai buku telah mencapai jumlah yang sama dengan taksiran nilai residu. Tarif depresiasi yang sering digunakan adalah tarif metode garis lurus yang dikalikan dua, sehingga metode ini sering disebut metode saldo menurun ganda.


Contoh soal 1:
PT. Sentosa pada tanggal 1 Januari 2011 membeli sebuah truk dengan biaya perolehan sebesar Rp 130.000.000 dengan nilai sisa Rp 10.000.000 jadi, biaya perolehan truk yang akan di depresiasi adalah Rp 120.000.000 yang diperoleh dari Rp 130.000.000 (harga perolehan) – Rp 10.000.000 (nilai sisa), dengan masa manfaat truk adalah 5 tahun dan tarif depresiasi truk per tahun adalah 20 % (100%: 5).


Jika menggunakan metode saldo menurun ganda, maka tariff metode garis lurus di atas yaitu 20% akan dikali 2 sehingga tarifnya menjadi 40% per tahun. 
Rumus perhitungan depresiasi truk untuk tahun pertama adalah:



Nilai buku                                Tarif                            Beban
     Pada                X           Saldo Menurun        =         Depresiasi
Awal tahun                                                                  Setahun


  Rp 130.000.000       X                   40%             =    Rp 52.000.000


Contoh soal 2:
Pt. Abadi Jaya membeli sebuah mesin cetak seharga Rp 30.000.000, mesin tersebut diperkirakan berumur 5 tahun dengan nilai residu Rp 5.000.000 kapasitas produksi total mesin cetak 1.000.000 unit. Produksi tahun pertama sebesar 250.000 unit, produksi tahun kedua 230.000 unit, produksi tahun ketiga sebesar 210.000 unit, produksi tahun keempat 170.000 unit, produksi tahun kelima 140.000 unit.



 Metode saldo menurun

Perhitungan untuk beban penyusutan : 20% X 2= 40%


Tahun ke-1 =  40 % X (Rp 30.000.000 – 0)
Tahun ke-2 = 40 % X (Rp 30.000.000 – Rp12.000.000)
Tahun ke-3 = 40 % X (Rp 30.000.000 – Rp19.200.000)
Tahun ke-4 = 40 % X (Rp 30.000.000 – Rp23.520.000)
Tahun ke-5 = 40 % X (Rp 30.000.000 – Rp26.112.000)
Baca juga: Kertas kerja pemeriksaan audit internal perusahaan. 

3. Metode jumlah angka tahun


Pengertian depresiasi dan contoh soal, dalam metode jumlah angka tahun jumlah depresiasi tahunan ditentukan oleh perkalian antara sebuah pecahan dengan harga untuk di depresiasi. Penyebut pecahan tersebut adalah jumlah angka setiap tahun. 
Rumus metode jumlah angka tahun adalah:


Jumlah angka tahun =   n2  + n
                                                2                                     

Contoh soal:
Pt. Abadi Jaya membeli sebuah mesin cetak seharga Rp 30.000.000, mesin tersebut diperkirakan berumur 5 tahun dengan nilai residu Rp 5.000.000 kapasitas produksi total mesin cetak 1.000.000 unit. Produksi tahun pertama sebesar 250.000 unit, produksi tahun kedua 230.000 unit, produksi tahun ketiga sebesar 210.000 unit, produksi tahun keempat 170.000 unit, produksi tahun kelima 140.000 unit.



 Metode jumlah angka tahun


Perhitungan untuk beban penyusutan : 5 tahun ( 1+2+3+4+5 = 15)


Tahun ke-1 =  5/15  X (Rp 30.000.000 – Rp 5.000.000)
Tahun ke-2 =  4/15  X (Rp 30.000.000 – Rp 5.000.000)
Tahun ke-3 =  3/15  X (Rp 30.000.000 – Rp 5.000.000)
Tahun ke-4 =  2/15  X (Rp 30.000.000 – Rp 5.000.000)
Tahun ke-5 =  1/15  X (Rp 30.000.000 – Rp 5.000.000)
Baca juga: Analisis risiko operasional bisnis perusahaan. 

4. Metode satuan kegiatan atau hasil


Pengertian depresiasi dan contoh soal, dalam metode satuan hasil masa manfaat tidak dinyatakan dalam satuan waktu, melainkan dalam satuan hasil produksi atau pemakaian yang diharapkan dari asset. Untuk menerapkan metode ini perusahaan harus menaksir total satuan hasil selama masa manfaat asset, dan selanjutnya membagikan biaya perolehan asset pada satuan-satuan hasil tersebut. Hasil yang diperoleh merupakan beban depresiasi per satuan hasil. Tahap selanjutnya beban depresiasi per satuan hasil dikalikan dengan hasil produksi tahun yang bersangkutan, sehingga dapat ditentukan besarnya beban depresiasi untuk tahun tersebut.


Contoh soal 1:
Pada tahun pertama truk milik PT. Sentosa menempuh jarak sejauh 15.000 kilometer.
Rumus penentuan beban depresiasi per satuan hasil dan beban depresiasi untuk setiap tahun selama masa manfaat adalah sebagai berikut:



Biaya Perolehan           :           Total                =          Beban Depresiasi

Depresiasi                         Satuan Hasil                      Per Satuan hasil



Rp 120.000.000            :           100.000 km      =          Rp 1.200




Beban Depresiasi          X         Hasil Produksi  =          Beban Depresiasi
Per Satuan hasil                         Tahun yang                   Tahun yang

                                                Bersangkutan                 Bersangkutan



Rp 1.200                X             15.000          =          Rp 18.000.000


Contoh soal 2:
Pt. Abadi Jaya membeli sebuah mesin cetak seharga Rp 30.000.000, mesin tersebut diperkirakan berumur 5 tahun dengan nilai residu Rp 5.000.000 produksi total mesin cetak 1.000.000 unit. Produksi tahun pertama sebesar 250.000 unit, produksi tahun kedua 230.000 unit, produksi tahun ketiga sebesar 210.000 unit, produksi tahun keempat 170.000 unit, produksi tahun kelima 140.000 unit.
                                                       

Metode satuan kegiatan atau hasil

Perhitungan untuk beban penyusutan=  (Rp 250.000/ 1000000 X 100%)*(30000000-5000000)


Tahun ke-1 =  (Rp 250.000  X 100%) X (Rp 30.000.000 – Rp 5.000.000)
                                Rp 1.000.000

Tahun ke-2 =  (Rp 230.000  X 100%) X (Rp 30.000.000 – Rp 5.000.000)
                                Rp 1.000.000

Tahun ke-3 =  (Rp 210.000  X 100%) X (Rp 30.000.000 – Rp 5.000.000)
                                Rp 1.000.000

Tahun ke-4 =  (Rp 170.000  X 100%) X (Rp 30.000.000 – Rp 5.000.000)
                                Rp 1.000.000

Tahun ke-5 =  (Rp 140.000  X 100%) X (Rp 30.000.000 – Rp 5.000.000)
                                Rp 1.000.000
  
Kesimpulan pengertian depresiasi dan contoh soal:
Semua aset tetap mengalami penyusutan kecuali tanah atau lahan, aset tetap merupakan subjek  penyusutan artinya nilai aset tetap misalnya mobil, berkurang seiring dengan realisasi masa umur manfaatnya, sampai ketika masa guna itu habis, nilai aset mobil yang bersangkutan adalah nol. Penyusutan juga dapat didefinisikan yaitu sebagian dari harga perolehan suatu aset berwujud yang dialokasikan atau diakui sebagai biaya baik setiap tahun atau setiap bulan setiap periode akuntansi. 

Baca juga: Pengertian dan cara menyusun laporan bisnis.


Demikian pembahasan artikel mengenai pengertian depresiasi dan contoh soal, semoga dengan pemahaman artikel ini anda semakin memahami tentang akuntansi untuk pengertian depresiasi dan contoh soal. Terimakasih atas kunjungannya di blog pelajaran akuntansi dan semoga bermamfaat.










Source link

Categories Belajar

Leave a Comment