Pengertian Metode FIFO dan Contoh Soal

Pengertian metode akuntansi FIFO dan contoh soal, FIFO adalah singkatan dari First in first out yang pengertiannya dalam bahasa Indonesia adalah pertama masuk pertama keluar yang berarti bahwa persediaan yang pertama masuk itulah yang pertama dicatat sebagai barang yang dijual atau dikeluarkan. Metode FIFO (First In First Out) menganut prinsip dimana barang yang pertama masuk harus lebih dulu keluar dibandingkan barang yang datang kemudian. Prinsip FIFO perlu diterapkan agar barang yang disimpan di gudang selalu barang yang lebih baru untuk menghindari terjadinya barang kedaluwarsa untuk barang yang memiliki masa waktu penggunaan, juga untuk menghindari barang dari kerusakan.

Pengelola gudang perlu menetapkan cara penataan barang di rak atau lokasi penempatan agar mudah ditata. Dengan menyiapkan penataan metode FIFO maka petugas mendapatkan kemudahan untuk menempatkan barang. Pengawas gudang juga mudah untuk memeriksa dan mengukur prinsip kerja FIFO telah terlaksana dengan baik atau belum dijalankan. Penyediaan tempat dihitung berdasarkan atas jumlah pemesanan atau kebiasaan barang masuk dan barang keluar.

Pengertian Metode FIFO dan Contoh Soal

Seperti di swalayan petugas swalayan menempatkan barang yang baru masuk di rak bagian belakang agar tidak diambil oleh customer lebih dulu. Barang yang lebih awal/barang lama ditempatkan di bagian atas dari barang yang datang kemudian. Dengan cara penataan ini maka pelanggan diharapkan memiliki peluang lebih besar untuk mengambil barang yang ada di atas tumpukan atau barang diposisi depan rak penempatan. Dalam pelaksanaannya karyawan perlu membongkar barang yang ada dilokasi penempatan barang dan memasukkan barang yang datang terakhir.
Baca juga: Pengertian hutang hipotik dan contoh soal.

Metode FIFO menganggap bahwa harga pokok dari barang-barang yang lebih awal dibeli akan merupakan barang yang dijual lebih awal. Dalam metode ini persediaan akhir dinilai dengan harga pokok pembelian yang paling akhir. Metode ini juga mengasumsikan bahwa barang yang terjual karena pesanan adalah barang yang mereka beli lebih awal. Barang-barang yang dibeli lebih awal adalah barang-barang pertama yang dijual dan barang-barang sisa di tangan (persediaan akhir) diasumsikan untuk biaya akhir. Untuk penentuan pendapatan dan biaya-biaya sebelumnya dicocokkan dengan pendapatan dan biaya-biaya yang baru digunakan untuk penilaian laporan neraca.
Metode FIFO merupakan metode yang konsisten dengan arus biaya aktual, sejak pemilik barang dagang mencoba untuk menjual persediaan lama, dan metode FIFO merupakan metode yang paling luas digunakan dalam penilaian persediaan.

Pelaksanaan dengan metode FIFO bisa saja tidak nampak secara langsung pada aliran fisik dari barang tersebut, karena pengambilan barang dari gudang lebih didasarkan pada pengaturan barangnya. Dengan demikian meode FIFO lebih nampak pada perhitungan harga pokok barang. Dalam metode FIFO biaya yang digunakan untuk membeli barang pertama kali akan dikenali sebagai Cost of Goods Sold (COGS). Untuk perhitungan harga maka digunakan harga dari stok barang dari transaksi yang terdahulu. Metode FIFO pertama dikenal dalam akuntansi keuangan sebagai salah satu metode dalam penilaian persediaan barang. Harga yang digunakan sebagai dasar dalam menilai persediaan barang dapat memakai harga lama atau harga baru.

Pada metode FIFO persediaan barang yang dikeluarkan untuk di dijual atau di produksi kembali, nilainya didasarkan pada harga menurut urutan yang pertama masuk. Untuk itu penilaian pada persediaan barang yang tersisa harganya didasarkan pada harga baru atau harga urutan yang terakhir. Selama periode inflasi atau kenaikan harga, penggunaan metode FIFO akan mengakibatkan hal berikut ini, yaitu: menghasilkan harga pokok penjualan yang rendah, menghasilkan laba kotor yang tinggi, dan menghasilkan persediaan akhir yang tinggi. Dan sebaliknya hal-hal yang disebutkan tersebut untuk kondisi deflasi atau ekonomi menurun, penggunaan metode FIFO yang terjadi adalah kebalikannya.
Baca juga: 25 Cara mengatur keuangan secara cerdas.

Contoh soal menghitung persediaan menggunakan metode FIFO:
UD. Avril memiliki beberapa transaksi persediaan barang dagang sebagai berikut:
01/04/2018 Persediaan Barang dagang sebanyak 30 buah @ Rp.10.000,-
03/04/2018 UD. Avril membeli barang dagang sebanyak 20 buah @ Rp.15.000,-
06/04/2018 UD. Avril menjual barang dagang sebanyak 35 buah.
15/04/2018 UD. Avril menjual barang dagang sebanyak 10 buah.
20/04/2018 UD. Avril membeli barang dagang sebanyak 40 buah @ Rp.10.000,-
22/04/2018 UD. Avril membeli barang dagang sebanyak 15  @ Rp.12.000,-
27/04/2018 UD. Avril menjual barang dagang sebanyak 30 buah.
28/04/2018 UD. Avril menjual barang dagang sebanyak 20 buah.
30/04/2018 UD. Avril membeli barang dagang sebanyak 10 buah @ Rp.12.000,-

Berikut ini adalah tabel transaksi UD. Avril:

Penjualan terbagi dua sebab persedian barang yang ada pada awal yaitu pada tanggal 01/04/2018 hanya ada sebanyak 30 buah, sedangkan penjualan yang terjadi tanggal 06/04/2018 berjumlah 35 buah, jadi diambil lah 5 buah lagi dari pembelian barang dagang tanggal 03/04/2018. Tetapi jika seandainya barang awal ada 35 buah tidak perlu mengambil dari pembelian selanjutnya.
Baca juga: Bentuk badan usaha pengertian dan contoh.

Demikian pembahasan artikel mengenai pengertian metode FIFO dan contoh soal, semoga dengan pemahaman artikel ini anda semakin memahami tentang pengertian metode FIFO dan contoh soal. Terimakasih atas kunjungannya dan semoga bermamfaat.

Source link

Categories Belajar

Leave a Comment