Pengertian Revaluasi Dan Contoh Soal

Pengertian revaluasi dan contoh soal – Topik pembahasan kita saat ini adalah pengertian revaluasi dan contoh soal, tujuan pembahasan ini adalah untuk pembelajaran akuntansi yang lebih memadai agar pembaca lebih memahami pengertian revaluasi dan contoh soal, berikut ini pembahasannya. Dengan melakukan revaluasi laporan keuangan perusahaan dapat mencerminkan kondisi keuangan yang sebenarnya, sehingga para penggunan laporan keuangan dapat mengambil keputusan dengan tepat. Dilihat dari aspek perpajakan revaluasi aktiva tetap juga memiliki keuntungan, karena revaluasi aktiva tetap ini dapat menyebabkan pengurangan pajak penghasilan yang terutang. Hal ini dapat ditunjukkan dengan nilai aktiva tetap setelah revaluasi lebih tingi daripada nilai buku perusahaan menyebabkan beban penyusutan aktiva tetap menjadi lebih tinggi, sehingga penghasilan kena pajak perusahaan menjadi semakin kecil, yang menyebabkan pajak penghasilan perusahaan yang terutang menjadi berkurang.
 

Pengertian Revaluasi Dan Contoh Soal

Pengertian Revaluasi

Revaluasi adalah penilaian kembali asset tetap perusahaan yang diakibatkan adanya kenaikan nilai asset tetap tersebut di pasaran atau karena rendahnya nilai asset tetap dalam laporan keuangan perusahaan yang disebabkan oleh devaluasi atau sebab lain, sehingga nilai asset tetap dalam laporan keuangan tidak lagi mencerminkan nilai yang wajar. Apabila model revaluasi dipilih oleh entitas, maka nilai asset setelah pengukuran awal dinilai berdasarkan nilai wajar dikurangi dengan akumulasi amortisasi dan akumulasi rugi penurunan nilai. 
Pengertian revaluasi menurut ilmu wikipedia, Revaluasi adalah meningkatnya nilai mata uang dalam negeri terhadap mata uang luar negeri. Jika hal tersebut terjadi, maka pemerintah melakukan intervensi agar nilai mata uang dalam negeri tetap stabil. Istilah revaluasi lebih sering dikaitkan dengan meningkatnya nilai uang suatu negara terhadap nilai mata uang asing. Revaluasi juga merujuk kepada kebijakan pemerintah.

Pengertian revaluasi dan contoh soal, perbedaan pokok antara PSAK No. 16 tahun 2007 dengan PSAK No. 16 tahun 1994 adalah dalam hal pengukuran setelah pengakuan awal. Pada PSAK No. 16 tahun 2007 disebutkan suatu entitas harus memilih model biaya atau model revaluasi sebagai kebijakan akuntansi suatum entitas dan menerapkan kebijakan tersebut terhadap seluruh asset tetap dalam kelompok yang sama. Apabila entitas menggunakan model biaya maka setelah diakui sebagai asset, suatu asset tetap dicatat sebesar biaya perolehan dikurangi dengan akumulasi penyusutan dan akumulasi rugi penurunan nilai asset. Pada model revaluasian setelah diakui sebagai suatu asset, suatu asset tetap yang nilai wajarnya dapat diukur secara andal harus dicatat pada jumlah revaluasian. 
Baca juga: Pengertian depresiasi dan contoh soal.


Suatu asset tetap yang nilai wajarnya yaitu nilai wajar pada tanggal revaluasi dikurangi dengan akumulasi penyusutan dan akumulasi rugi penurunan nilai yang terjadi setelah tanggal revaluasi. Revaluasi dilakukan dengan keteraturan yang regular untuk memastikan bahwa jumlah tercatat sama jumlahnya secara material dari jumlah yang ditentukan dengan menggunakan nilai wajar pada tanggal neraca. Sedangkan dalam PSAK No.16 tahun 1994 suatu entitas hanya diperkenankan menggunakan model revaluasian. Dalam PSAK No.6 tahun1994 terdapat pengecualian yaitu suatu entitas diperkenankan melakukan revaluasi atas aktiva tetap sepanjang revaluasi tersebut dilakukan dengan mengikuti peraturanpemerintah. Peraturan pemerintah yang relevan adalah peraturan dibidang perpajakan. 


International Financial Reporting Standards mengizinkan perusahaan-perusahaan untuk melakukan penilaian kembali (revaluasi) aktiva tetap menjadi sebesar nilai wajar aktiva tetap pada tanggal pelapor. Menurut IFRS (International Financial Reporting Standards): perusahaan yang memilih untuk menggunakan kerangka revaluasi harus mengikuti prosedur revaluasi. Apabila perusahaan akan melaksanakan revaluasi, maka hal itu harus diterapkan pada semua aset yang bersangkutan. Aset-aset yang berdasar pengalaman terbukti mengalami perubahan harga yang cepat harus direvaluasi secara tahunan, akan tetapi untuk aset-aset yang tidak demikian revaluasi bisa dilakukan lebih jarang.
Baca juga: Pengertian dan cara menyusun laporan bisnis.

 

Contoh soal: 

Tahapan pokok revaluasi beserta jurnal: PT. Bali Andalan akan melaksanakan revaluasi atas aset tetapnya yang bernilai buku Rp 100.000.000,00 dengan umur 5 tahun, tanpa nilai residu. Dengan asumsi perusahaan tersebut menerapkan metode depresiasi garis lurus, maka pada akhir tahun 1, pertama perusahaan membuat jurnal sebagai berikut:

Des. 31

Untuk mencatat beban depresiasi tahun 1

Beban Depresiasi                          Rp 20.000.000
          Akumulasi Depresiasi Aset Tetap                 Rp 20.000.000
 

Contoh soal: 

Setelah jurnal diatas, aset tetap PT. Bali Andalan memiliki nilai buku sebesar Rp 80.000.000 (Rp 100.000.000 – Rp 20.000.000). Pada akhir tahun pertama perusahaan jasa penilai independen menetapkan bahwa nilai wajar aset tersebut adalah Rp 85.000.000. untuk melaporkan aset sebesar nilai wajarnya, maka PT. Bali Andalan harus mengeliminasi akun Akumulasi Depresiasi aset tetap, menurunkan Aset Tetap menjadi sebesar nilai wajarnya, dan mencatat Surplus Revaluasi Rp 5.000.000. 

Jurnal untuk mencatat revaluasi adalah:

Des. 31

(untuk mencatat beban depresiasi tahun 1)

Akumulasi Depresiasi Aset Tetap Rp 20.000.000
          Aset Tetap                                                             Rp 15.000.000
          Surplus Revaluasi                                                  Rp 5.000.000


Contoh soal: 

Dengan demikian, PT. Bali Andalan melakukan proses dalam dua tahap, yaitu: tahap pertama, PT. Bali Andalan mencatat depresiasi yang dihitung atas dasar biaya perolehannya yaitu Rp 100.000.000,00. Hal ini akan mengakibatkan perusahaan melaporkan beban depresiasi dalam laporan laba-rugi sebesar Rp 20.000.000. Hal ini dilakukan dengan mengeliminasi akun akumulasi depresiasi, menyesuaikan nilai buku aset tetap menjadi nilai sebesar nilai wajarnya, dan mendebet atau menkredit akun surplus revaluasi. 

Dalam contoh di atas, surplus sebesar Rp 85.000.000 dengan nilai buku aset sebelum direvaluasi yaitu Rp 80.000.000. Surplus revaluasi adalah salah satu contoh pos yang dilaporkan sebagai laba komprehensif lain-lain. 

Tahap kedua adalah pada akhir tahun pertsama PT. Bali Andalan akan melaporkan dalam neraca sebagai berikut: 

Aset tetap (Rp 100.000.000 – Rp 15.000.000)…. ..Rp 85.000.000
Akumulasi Depresiasi – Aset Tetap……………….Rp 0
                                                                                             Rp 85.000.000
Surplus Revaluasi (ekuitas)……….………………..Rp 5.000.000 

Contoh soal: 

Seperti ditunjukkan diatas, Rp 85.000.000 merupakan dasar yang baru bagi aset yang direvaluasi. PT. Bali Andalan melaporkan beban depresiasi sebesar Rp 20.000.000 dalam laporan laba-rugi dan Rp 5.000.000 dalam laba komprehensif lain. Dengan asumsi tidak ada perubahan taksiran umur, maka depresiasi pada tahun ke 2 akan menjadi Rp 21.250.000 yaitu Rp 85.000.000 : 4. 
Baca juga: Kertas kerja pemeriksaan audit internal perusahaan.

Model Revaluasi
 


Pengertian revaluasi dan contoh soal
P
enjelasan Standart Akuntansi tahun 2009 mengenai model revaluasi adalah:
 

1. Setelah diakui sebagai aset, suatu aset tetap yang nilai wajarnya dapat diukur secara andal harus dicatat pada jumlah revaluasinya, yaitu nilai wajar pada tanggal revaluasi dikurangi akumulasi penyusutan dan akumulasi rugi penurunan nilai yang terjadi setelah tanggal revaluasi. Revaluasi harus dilakukan dengan keteraturan yang cukup regular untuk memastikan bahwa jumlah tercatat tidak berbeda secara material dari jumlah yang ditentukan dengan menggunakan nilai wajar pada tanggal neraca.

2. Nilai wajar tanah dan bangunan biasanya ditentukan melalui penilaian yang dilakukan oleh penilai yang memiliki kualifikasi professional berdasarkan bukti pasar. Nilai wajar pabrik dan peralatan biasanya menggunakan nilai pasar yang ditentukan oleh penilai.

3. Jika tidak ada pasar yang dapat dijadikan dasar penentuan nilai wajar karena sifat dari aset tetap yang khusus dan jarang diperjual-belikan, kecuali sebagai bagian dari bisnis yang berkelanjutan, entitas mungkin perlu mengestimasi nilai wajar menggunakan pendekatan penghasilan atau biaya pengganti yang telah disesuaikan.
 


4. Frekuensi revaluasi tergantung perubahan nilai wajar dari suatu aset tetap yang direvaluasi. Jika nilai wajar dari aset yang direvaluasi berbeda secara material dari jumlah tercatatnya, maka revaluasi lanjutan perlu dilakukan. Beberapa aset tetap mengalami perubahan nilai wajar secara signifikan dan fluktuatif, sehingga perlu direvaluasi secara tahunan. Revaluasi tahunan seperti itu tidak perlu dilakukan apabila perubahan nilai wajar tidak signifikan. Namun demikian, aset tersebut mungkin perlu direvaluasi setiap tiga atau lima tahun sekali.

5. Apabila suatu aset tetap direvaluasi, akumulasi penyusutan pada tanggal revaluasi diperlakukan dengan salah satu cara berikut ini: 


a. Disajikan kembali secara proporsional dengan perubahan dalam jumlah tercatat bruto dari aset sehingga jumlah tercatat aset setelah revaluasi sama dengan jumlah revaluasian. Metode ini sering dilakukan apabila aset direvaluasi dengan cara memberikan indeks untuk menentukan biaya pengganti yang telah disesuaikan.
b. Dieliminasi terhadap jumlah tercatat bruto dari aset dan jumlah tercatat aset setelah eliminasi disajikan kembali sebesar jumlah revaluasinya dari aset tersebut. Metode ini sering digunakan untuk bangunan.
 

6. Jika suatu aset tetap direvaluasi, maka seluruh aset tetap dalam kelompok yang sama harus direvaluasi.

7. Suatu kelompok aset tetap adalah pengelompokan aset yang memiliki sifat dan kegunaan yang serupa dalam operasi normal entitas. 


Contoh dari kelompok aset yang terpisah: 

  • a. Tanah 
  • b. Tanah dan bangunan 
  • c. Mesin 
  • d. Kapal 
  • e. Pesawat udara 
  • f. Kendaraan bermotor 
  • g. Perabotan, dan 
  • h. Peralatan kantor

8. Aset-aset dalam suatu kelompok aset tetap harus direvaluasi secara berkelanjutan untuk menghindari revaluasi aset secara selektif dan bercampuran dengan harga perolehan dan nilai lainnya pada saat yang berbeda-beda. Namun, suatu kelompok aset dapat direvaluasi secara bergantian sepanjang revaluasi dari kelompok aset tersebut dapat diselesaikan secara lengkap dalam waktu yang singkat dan sepanjang revaluasi dimutakhirkan. 
Baca juga: Penjelasan jenis jenis akuntansi.

9. Jika jumlah tercatat aset meningkat akibat revaluasi, kenaikan tersebut langsung dikredit ke ekuitas pada bagian surplus revaluasi. Namun kenaikan tersebut harus diakui dalam laporan laba-rugi hingga sebesar jumlah penurunan nilai aset akibat revaluasi yang pernah diakui sebelumnya dalam laporan laba-rugi.

10. Jika jumlah tercatat aset turun akibat revaluasi, penurunan tersebut diakui dalam laporan laba-rugi. Namun penurunan nilai akibat revaluasi tersebut langsung didebit ke ekuitas pada bagian surplus revaluasi selama penurunan tersebut tidak melebihi saldo kredit surplus revaluasi untuk aset tersebut.

11. Surplus revaluasi aset tetap yang telah disajikan dalam ekuitas dapat dipindahkan langsung ke saldo laba pada saat aset tersebut diberikan pengakuannya. Hal ini meliputi pemindahan sekaligus surplus revaluasi pada saat penghentian atas pelepasan aset tersebut. Sebagian surplus revaluasi tersebut dapat dipindahkan sejalan dengan penggunaan aset oleh entitas. Dalam hal ini surplus revaluasi yang dipindahkan ke saldo laba adalah sebesar perbedaan antara jumlah penyusutan berdasarkan nilai revaluasian aset dengan jumlah penyusutan berdasarkan biaya perolehan aset tersebut. Pemindahan surplus revaluasi ke saldo laba tidak dilakukan melalui laporan laba-rugi.

12. Dampak atas pajak penghasilan, jika ada yang dihasilkan dari revaluasi aset tetap diakui dan diungkapkan sesuai dengan PSAK No. 46 tentang akuntansi pajak penghasilan

13. Jika entitas mengubah kebijakan akuntansi dari model biaya ke model revaluasi dalam pengukuran aset tetap, maka perubahan tersebut berlaku prospektif.
 

14. Jika dalam suatu entitas terdapat aset tetap yang tersdia untuk dijual, maka perlakuan akuntansi untuk aset tersebut adalah sebagai berikut: 

  • a. Diakui pada saat dilakukan penghentian operasi. 
  • b. Diukur sebesar nilai yang lebih rendah dari jumlah tercatatnya dibandingkan nilai wajar setelah dikurangi dengan biaya-biaya penjualan aset tersebut. 
  • c. Disajikan sebagai aset tersedia untuk dijual, jika jumlah tercatatnya akan dipulihkan melalui transaksi penjualan dari penggunaan lebih lanjut, dan penghentian operasi dan pelepasan aset tidak lancar.

Kesimpulan pengertian revaluasi dan contoh soal:
Dapat dilihat formulasi aktiva tetap berdasarkan PSAK 16 yang berlaku di Indonesia, aturan pajak, dan juga kondisi yang ada pada perusahaan. Revaluasi dan penyusutan merupakan bagian dari pengukuran aktiva tetap setelah pengakuan. Dengan melakukan revaluasi laporan keuangan perusahaan dapat mencerminkan kondisi keuangan yang sebenarnya, sehingga para penggunan laporan keuangan dapat mengambil keputusan dengan tepat. 

Baca juga: Analisis risiko operasional bisnis perusahaan.

Demikian pembahasan artikel mengenai pengertian revaluasi dan contoh soal, semoga dengan pemahaman artikel ini anda semakin memahami tentang akuntansi untuk pengertian revaluasi dan contoh soal. Terimakasih atas kunjungannya di blog pelajaran akuntansi dan semoga bermamfaat.

Source link

Categories Belajar

Leave a Comment