Standar Akuntansi Berbeda Di Berbagai Negara

Standar Akuntansi Berbeda Di Berbagai Negara

Selamat bertemu di pelajaran akuntansi dalam topik pembahasan standar akuntansi berbeda di berbagai negara di sajikan dalam sebuah tulisan untuk tujuan pembelajaran akuntansi yang lebih memadai. Semoga dengan topik pembahasan standar akuntansi berbeda di berbagai negara dapat menambah wawasan pembaca dan bermamfaat, berikut ini pembahasannya. Bahwa akuntansi internasional adalah kegiatan akuntansi yang mencakup wilayah yang paling luas yaitu wilayah internasional dibanding dengan akuntansi lainnya yang mungkin hanya mencakup suatu wilayah kecil. Sehingga dalam  akuntansi internasional perlu sekali dilakukan penyesuaian terhadap beberapa hal seperti bahasa, mata uang, standar akuntansi dan hal-hal lain yang secara tidak langsung juga turut mempengaruhi.

Penyebab berbedanya standar akuntansi di berbagai negara

Standar akuntansi berbeda di berbagai negara, perbedaan akuntansi internasional membawa sejumlah permasalahan dari sudut pandang analisis keuangan adalah:

1. Sebagai usaha untuk menilai perusahaan asing, ada kecenderungan untuk melihat pendapatan dan data finansial yang lain dari sudut pandang negara asalnya, dan karena adanya bahaya dari mengabaikan efek dari perbedaan akuntansi. Kecuali perbedaan signifikan yang diambil ke dalam akun, mungkin dengan beberapa keterlibatan pernyataan ulang, ini mungkin mempunyai konsekuensi yang sangat serius.
2. Kesadaran dari perbedaan internasional menyarankan perlunya untuk menjadi familiar dengan prinsip akuntansi negara asing sebagai tujuan untuk mengenal lebih baik data pendapatan dalam konteks pengukuran.
3. Persoalan dari sifat yang bisa dibandingkan dan harmonisasi akuntansi yang diulas dalam konteks dari kesempatan investasi alternatif. 

Penyebab terjadinya perbedaan standar akuntansi:
1. Pertumbuhan Ekonomi 

Semakin pesat pertumbuhan ekonomi suatu negara, maka semakin berkembang kegiatan bisnis dengan demikian juga semakin besar tuntutan informasi akuntansi perusahaan dari pemakai informasi. 
2. Inflasi 
Bagi negara-negara yang punya pengalaman inflasi, memilki standar tinggi akuntansinya mencakup standar akuntansi inflasi, dan bagi negara-negara yang tidak pernah atau tidak sadar akan inflasi standar akuntansinya tidak mencakup masalah-masalah inflasi. 
3. Sistem Politik 
Negara-negara yang menganut sisttem demokrasi memiliki laporan keuangan yang disusun perusahaan di negara tersebut cenderung lebih transparan, lebih rinci dan lengkap. Hal ini disebabkan oleh tuntutan pemakai informasi yang kedudukannya kuat relatif sama dengan perusahaan atau organisasi penyaji informasi keuangan. 
4. Pendidikan 
Semakin maju pendidikan suatu negara semakin banyak ahli-ahli di bidang akuntansi dan akan semakin banyak akuntan handal dan profesional. Dengan semakin maju tingkat pendidikan akuntansi, semakin banyak juga aktivitas riset di bidang akuntansi yang akan menambah kualitas standar dan praktik-praktik akuntansi. 
5. Profesi Akuntan 
Semakin maju ttingkat pendidikan dan ekonomi suatu negara, profesi akuntan juga semakin kuat dan kemungkinan besar profesi tersebut dapat mendorong perbaikan dan pengembangan akuntansi, baik standar maupun praktik akuntansi. 
6. Peraturan Perpajakan 
Undang-undang pajak di suatu negara mempunyai pengarruh terhadap perkembangan standar dan praktik akuntansi. 
7. Pasar Uang dan Modal 
Semakin maju pasar uang dan pasar modal di suatu negara maka semakin maju juga akuntansinya. Hal ini disebabkan oleh persyaratan perusahaan yang akan mendaftarkan sebagai perusahaan go public di pasar modal atau akan mendapatkan pinjaman di pasar uang, persyaratan tersebut adalah penyusunan laporan keuangan yang sesuai dengan standar akuntansi keuangan dan harus disudit oleh akuntan publik. 
8. Dengan adanya perbedaan akuntansi di seluruh dunia cukup signifikan untuk membuat pekerjaan dari analis keuangan sangat sulit dalam periode pembuatan perbandingan internasional. Jika sekarang kita fokus pada beberapa pengukuran kunci dalam pemilihan beberapa negara besar, kita bisa melihat variasi dari prinsip akuntansi yang digunakan bisa berpengaruh berbeda terhadap pendapatan dan aset.
 

Masalah yang ditimbulkan karena perbedaan standar akuntansi

Standar akuntansi berbeda di berbagai negara – Dalam akuntansi internasional ada standar yang harus diikuti, permasalahan yang timbul yaitu akuntansi yang dipraktekan di satu negara tentu berbeda dengan negara lainnya. Hal ini disebabkan karena metode akuntansi yang digunakan dalam satu negara berbeda-beda tergantung kondisi lingkungan, dan situasi ekonomi dan social yang ada di suatu negara (pendapat ini diperkuat Sofyan Syafri Harahap:2007;116). Tidak menutup kemungkinan bahwa suatu negara dapat melakukan transaksi dengan negara lain, contoh sebuah perusahaan yang berdiri di Singapura memiliki anak perusahaan di Indonesia, tentu pelaporan keuangannya dapat berbeda, untuk itu diperlukan standar akuntansi internasional. Ternyata standar tersebut justru menimbulkan masalah baru dan  permasalahan yang mungkin timbul dengan mengadopsi standar akuntansi internasional.  

Permasalahan yang mungkin timbul adalah sebagai berikut:

a. Penerjemahan standar
IFRS menggunakan bahasa Inggris dan penerjemahan itu sendiri akan mengalami kesulitan di antaranya adanya ketidakkonsistenan dalam penggunaan kalimat bahasa Inggris, penggunaan istilah yang sama untuk menerangkan konsep yang berbeda, dan penggunaan istilah yang tidak terdapat padanannya dalam penerjemahaannya.
b. Ketidaksesuaian antara IFRS dengan hukum nasionalKetidaksesuaian antara IFRS dengan hukum nasional ini terjadi pada beberapa negara, termasuk sebagai bagian dalam hukum nasional. Sehingga standar akuntansinya ditulis dalam bahasa hukum dan di sisi lain IFRS tidak ditulis dalam bahasa hukum, sehingga harus diubah oleh Dewan Standar Akuntansi tiap negara.
c. Struktur dan kompleksitas standar internasional
IFRS mungkin akan menimbulkan kekhawatiran bahwa standar akan semakin tebal dan kompleks.

 
Perbedaan Standar Akuntansi diberbagai Negara 

a. Amerika Serikat
 

Standar akuntansi berbeda di berbagai negara – Akuntasi di Amerika serikat diatur oleh badan sector sawasta ( Badan Standar Akuntansi Keuangan, atau Financial Accounting Standards Board – FASB ). Hingga tahun 2000, Institut Amerika untuk Akuntan Publik (American Institute of Certified Public Accountants).

Regulasi dan pembinaan aturan akuntansi Amerika Serikat
 

Sistem AS tidak memiliki ketentuan hukum secara umum mengenai penerbitan laporan keuangan yang diaudit secara periodik. Perusahaan di AS dibentuk berdasarkan hukum negara bagian dan bukan hukum federal. Prinsip akuntansi yang diterima secara umum (GAAP) terdiri dari seluruh standar, aturan dan regulasi akuntansi keuangan yang harus diperhatikan ketika menyusun laporan keuangan. Karena, FASB dan SEC mempertimabangkan untuk mengubah GAAP AS dari standar berdasarkan aturan menuju standar berdasarkan prinsip.

Komponen-komponen pelaporan Amerika Serikat
 

Laporan keuangan tahunan yang dibuat perusahaan AS yang besar meliputi: 
1. Laporan manajemen
2. Laporan auditor
3. Laporan keugan utama ( laporan laba rugi, neraca, laporan arus kas, laporan laba komprehensif dan laporan ekuitas pemegang saham )
4. Diskusi manajemen dan analisis atas hasil operasi dan kondisi keuangan
5. Pengungkapan atas kebijakan akuntansi dengan pengaruh penting terhadap laporan keuangan
6. Catatan atas laporan keuangan
7. Perbandingan data keuangan tertentu selama lima atau sepuluh tahun
8. Data kuartal terpilih.
 

Pengukuran akuntansi Amerika Serikat

Aturan pengukuran akuntansi Amerika Serikat mengasumsikan bahwa suatu entitas usaha akan terus melangsungkan usahanya dengan menggunakan biaya historis untuk menilai aktiva berwujud dan tidak berwujud. Metode yang digunakan adalah LIFO, FIFO dan rata diperbolehkan dan digunakan secara luas dalam penetuan harga persediaan. Metode LIFO yang populer karena dapat digunakan untuk keperluan pajak penghasil federal dan pajak penghasilan dihitung dengan menggunakan metode kewajiban. 
Baca juga: Inflasi untuk perubahan harga dalam ekonomi.

b. Indonesia

Regulasi dan Pembinaan Akuntansi Indonesia 

Standar akuntansi berbeda di berbagai negara – Pengaturan
akuntansi di Indonesia oleh ikatan akuntan Indonesia (IAI) dibawah
pengawasan departenen keuangan IAI membawahi institute akuntan public
Indonesia menyusun standar akuntansi keuangan (SAK) dan standar
professional akuntan public (SPAP). IAI dibentuk pada 23 desember 1957.
Pada tahun 1972 IAI bekerjasama dengan badan Pembina pasar uang dan
modal membentuk panitia penghimpun bahan-bahan dan struktur GAAP dan
struktur GAAS. Pada tahun 1994, IAI mengadopsi standar IASC yang
dituangkan dalam PSAK yang berlaku 1 januari 1995. 

IAI
juga menjadi anggota International Federation Accountant (IFAC).
Sebagai anggota IFAC, IAI berkewajiban (1) Mengajak pemerinta dan badan
penyusun standar agar laporan keuangan perusahaan yang diterbitkan
mematuhi International Accounting Financial Reporting (IFRS). (2)
Mengajak badan pasar modal, industry dan masyarakat bisnis agar
menerbitkan laporan keuanganmenurut IFRS dan mengungkapkan fakta dari
setiap kepatuhannya. (3) membantu pengembangan pengakuan IFRS secara
internasional. (4) Memonitor kepatuhan terhadap IFRS melalui penelaahan
quality insurance yang ditetapkan SMO (statement of membership).

Realisasi
kewajiban IAI sebagai anggota IFAC mengenai penerapan IFRS di Indonesia
diharapkan terjadi pada tahun 2008. Saat ini IAI memiliki 59 SAK
diantaranya dirujuk dari IAS 28 standar, diciptakan sendiri 11 standar
dan dari FASB 17 standar, 2 Accounting Priciples Board Opinion dan 1
buletin. 
Baca juga: Aset tetap atau aktiva tetap dalam akuntansi.

Komponen-komponen pelaporan Indonesia

  • Neraca 
  • Perhitungan laba rugi 
  • Laporan arus kas 
  • Laporan perubahan ekuita 
  • Catatan pada laporan keuangan.

Pengukuran akuntansi  Indonesia

  • Konsep Matnhing 
  • Penggabungan usaha menggunakan motede penyatuan kepentingan dan metode pembelian 
  • Goodwill yang timbul akibat akuisisi diamortisasi untuk 5 tahun paling lama 20 tahun 
  •  Jumlah nilai buku yang melampaui nilai wajarnya dibebankan ke laba 
  • Joint venture menggunakan metode ekuitas.

c. Jepang

Regulasi dan Pembinaan Aturan Akuntansi Jepang
 

Standar akuntansi berbeda di berbagai negara, regulasi akuntansi didasarkan pada tiga undang undang yaitu yang pertama hukum komersial,  yang kedua undang undang pasar modal dan yang ketiga undang-undang pajak pernghasilkan perusahaan. Untuk memahami akuntansi di Jepang harus memahami budaya, praktik usaha dan sejarah Jepang. Seluruh perusahaan yang dirikan menurut hukum komesial diwajibkan untuk memenuhi provisi akuntansi yang dimuat dalam aturan aturan menyangkut neraca, laporan laba rugi, laporan usaha dan skedul pendukung perusahaan dengan kewajiban yang terbatas.

Komponen-komponen pelaporan Jepang
 

Perusahaan yang didirikan menurut hukum komersial diwajibkan untuk menyusun laporan wajib mendapat persetujuan dalam rapat tahunan pemegang saham. 

Komponen-komponen pelaporan Jepang yang berisi hal-hal: 

  • Neraca 
  • Laporan laba rugi 
  • Laporan usaha 
  • Proposal atas penetuan pengguna laba ditahan 
  • Skedul pendukung.

Skedul pendukung wajib terpisah dari catatan laporan keuangan antara lain:
1. Perubahan dalam modal sahan dan cadangan wajib
2. Perubahan dalam obligasi dan utang jangka pendek dan jangka panjang
3. Perubahan dalam aktiva tetap dan akumulasi depresiasi
4. Aktiva dalam penjaminan
5. Jaminan utang
6. Perubahan dalam provisi
7. Jumlah yang terutang kepada dan yang tertagih dari pemegang, saham pengendali
8. Kepemilikan ekuitas dalam anak perusahaan dan jumlah lembar saham perusahaan yang dimiliki oleh anak perusahaan tersebut
9. Piutang yang berasal dari anak perusahaan
10. Transaksi dengan direktur, auditor wajib, pemegang saham pengendali, dan pihak ketiga yang menimbulkan konflik kepentingan
11. Remunerasi yang dibayarkan keapda direktur dan auditor wajib.

Pengukuran akuntansi

Jepang

1. Akun perusahaan secara terpisah merupakan dasar bagi laporan konsolidasi
2. Anak perusahaan dikonsolidasikan
3. Goodwill diukur menurut dasar nilai wajar aktiva bersih yang diakuisisi dan diamortisadi selama maksimum 20 tahun
4. Metode ekuitas digunakan untuk investasi pada perusahaan afiliasi ketika induk dan anak perusahaan memiliki pengaruh signifikan terhadap kebijakan keuangan dan oprasionalnya
5. Persediaan dapat dinilai berdasarkan biaya perolehan atau mana yang lebih rendah antara biaya atau harga pasar
6. FIFO, LIFO dan rata rata seluruhnya merupkan metode arus biaya yang dapat diterima
7. Aktiva tetap dinilai sebesar biaya perolehan dan disusutkan seusai dengan hokum pajak
8. Biaya penelitian dan pengembangan dibebankan pada saat terjadinya
9. Pajak tangguhan terjadi untuk seluruh perbedaaan karena waktu dengan menggunakan metode kewajiban. 

Baca juga: Analisis penentuan keputusan investasi perusahaan.
 

d. Inggris

Inggris merupakan Negara pertama didunia yang mengembangkan profesi akuntansi yang kita kenal sekarang. Masyarakat akuntansi pertama yang diakui adalah masyarakt akuntansi di Edinburgh, yang disahkan oleh akta kerjaan pada tahun 1854. Masyarakat yang serupa secara resmi diakui di Glasgow pada tahun 1855 dan di Aberdeen pada tahun 1867. Akuntansi profesiona bermula pada masyarakat professional ini.
 
Regulasi dan pembinaan aturan akuntansi Inggris
 

Kegiatan perusahaan yang didirkan di Inggris secara luas diatur oleh aktiva yang disebut sebagai undang undang perusahaan. Contohnya pada tahun 1981 direktif keempat UE diberlakukan dan menambah aturan wajib menyangkut bentuk, prinsip akuntansi dan konvensi dasar akuntansi.
 

Undang-undang tahun 1981 menetapkan 5 prinsip dasar akuntansi:

1.Pendapatan dan beban harus ditandingkan menurut dasar akural
2. Pos aktiva dan kewajiban secara terpisah dalam setiap kategori aktiva dan kewajiban dinilai secara terpisah
3. Prinsip konservatisme diterapkan, khususnya dalan pengakuan realisasi laba dan seluruh kewajiban dan kerugian yang diketahui
4. Penerapan kebihakan akuntansi yang konsisten dari tahun ke tahun diwajibakan
5. Prinsip kelangsungan usaha diterapkan unguk perusahaan yang menggunakan akutansiPenetapan standar akuntansi di Inggris dikeluarkan dan dikukuhkan oleh enam badan akuntansi.  

Badan akutansi Inggris yang berhubungan dengan komite konsultatif badan akuntansi:
1. Institut Akuntan Berizin Resmi di Inggris dan Wales (The Institue of Chartered Accountants in England and Wales)
2. Institut Akuntan Berizin Resmi di Irlandia (The Institute of Chartered Accountants Ireland)
3. Institut Akuntan berizin resmi di Skotlandia (The Institute of Chartered Accountants in Scotland)
4. Asosiasi Akuntan Berizin Resmi dan Bersertifikat (The Association of Chartered Certified Accountants)
5. Institut Akuntan Manajemen Berizin Resmi (The Chartered Instute of Management Accountants)
6.  Institut Keuangan dan Akuntansi Publik Berizin Resmi (the Chartered Institute of Public Finamce and Accountancy).

Komponen-komponen pelaporan Inggris
 

Pelaporan keuangan di inggris termasuk yang paling komprehensif didunia dan laporan keuangan umumnya mencakup: 

  • Laporan direksi 
  • Laporan laba dan rugi dan neraca 
  • Laporan arus kas 
  • Laporan total keuntungan dan kerugian yang diakui 
  • Laporan kebijakan akuntansi 
  • Catatan atas referensi dalam laporan keuangan 
  • Laporan auditor.

Pengukuran akuntansi Inggris
 

Inggris memperbolehkan metode akuisisi dan merger dalam mencatat akuntansi untuk penggabungan usaha. Goodwill dihitung sebagai perbedaan antara nilai wajar penyerahan yang dilakukan dan nilai wajar aktiva yang diperoleh. Aktiva dapat dinilai dengan menggunakan biaya historis, biaya kini atau menggunakan gabungan keduannya. Depresiasi dan amortisasi harus berhubungan dengan dasar pengukuran yang digunakan terhadap aktiva terkait. Pajak tangguhan dihitung berdasarkan metode kewajiban dengan dasar provisi penuh untuk kebanyak perbedaan waktu. 
Baca juga: Informasi catatan atas laporan keuangan.

e. China

Standar akuntansi berbeda di berbagai negara, ekonomi China saat ini digambarkan sebagao ekonomi hibrid, di mana negara mengontrol komoditas dan industri strategis. Dan untuk industri lainnya, seperti perdagangan dan sektor swasta, ditumbuhkan dengan sistem berorientasi pasar. Dengan perkembangan sistem ekonomi yang ada di Cina, maka sistem dan aturan akuntansi di Cina juga berubah seiring adanya reformasi ekonomi yang terjadi.
 


Regulasi dan Pelaksanaan Akuntansi China
 

Pada tahun 1992, Departemen Keuangan mengeluarkan Accounting Standards for Business Enterprises (ASBE). ASBE adalah sebuah konsep kerangka kerja yang dirancang untuk menuntun perkembangan standar baru akuntansi yang ada yang pada akhirnya menyeragamkan praktik do mestik dan menyeragamkan praktik akuntansi Cina fengan praktik internasional. Selanjutnya pada tahun 1998 Cina mendirikan Komite Standar Akuntansi Cina (The China Accounting Standards Committee-CASC) sebagai lembaga berwenang dalam departemen keuangan yang bertanggungjawab untuk mengembangkan standar akuntansi. Akhirnya tahun 2006 susunan baru ASBE dikeluarkan, dan ASBE ini menyajikan ketentuan standar akuntansi Cina yang pada hakikatnya sejalan dengan IFRS. 
Baca juga: Surat berharga untuk investasi jangka pendek.

Komponen-komponen pelaporan

China
 

a. Periode pembukuan diminta sesuai dengan kalender tahunan.
b. Laporan Keuangan terdiri atas: 

  • Neraca 
  • Laporan laba rugi 
  • Laporan arus kas 
  • Laporan perubahan ekuitas 
  • Catatan.

Pengukuran Akuntansi China 

  • Penggabungan usaha dicatat menggunakan metode pembelian. 
  • Kapitalisasi dan Uji penurunan nilai tahunan diberlakukan untuk goodwill. 
  • Untuk menghitung usaha gabungan digunakan metode ekuitas. 
  • Penilaian aset menggunakan basis harga perolehan. 
  • Biaya depresiasi didasarkan pada basis ekonomi. 
  • Penilaian persediaan menggunakan metode FIFO dan rata-rata.


f. Meksiko

Regulasi dan Pembinaan Akuntansi

Meksiko 

Standardisasi akuntansinya Meksiko dikeluarkan oleh Council for Research and Development of Financial Information Standards (Consejo Mexicano Para La Investigacion y Dessarollo de Normas de Informacion Financiera). Untuk standardsasi proses audit dikeluarkan oleh Mexican Institute of Public Accountants (Instituto Mexicano de Contadores Publicos) melalui Auditing standards and Procedures Commision. Sistem akuntansi di Meksiko menggunakan pendekatan sistem Inggris-Amerika atau Anglo-Saxon, dibandingkan pendekatan Eropa Kontinental. Prinsip akuntansi di Meksiko tidak membedakan perusahaan besar dan kecil dan dapat diaplikasikan ke semua bidang bisnis.

Komponen-Komponen Pelaporan Meksiko
 

Laporan keuangan di Meksiko harus disesuaikan dengan tingkat inflasi yang terjadi meliputi: 

  • Neraca 
  • Laporan Laba Rugi 
  • Laporan perubahan ekuitas pemegang saham 
  • Laporan perubahan posisi keuangan.

Merupakan bagian yang melengkapi laporan perubahan posisi keuangan diantaranya: 

  • Kebijakan akuntani pada perusahaan 
  • Ketersediaan material 
  • Komitmen untuk pembelian saham substansial atau dibawah hak kontrak 
  • Penjelasan mendetail mengenai utang jangka panjang dan kurs mata uang asing 
  • Batasan dividen 
  • Jaminan 
  • Rencana pensiun pegawai 
  • Transaksi dengan perusahaan sejawat 
  • Pajak.

Pengukuran Akuntansi Meksiko
 

a. Bisnis gabungan menggunakan metode pembelian
b.Goodwill merupakan kelebihan harga pembelian terhadap nilai sekarang aset bersih yang didapatkan
c.  Aset berwujud atau tidak berwujud didepresiasi berdasarkan masa manfaatnya tidak lebih dari 20tahun.
d. Biaya penelitian dibebankan saat terjadinya, dan biaya pengembangan dikapitalisasi dan diamortisasi saat kemungkinan teknoligi hadir
e. Sewa guna usaha termasuk ke dalam financial lease atau operational lease
f. Kerugian bersyarat diakui ketika mungkin terjadi dan dapat diukur
g. Cadangan tak terduga tidak dapat diterima oleh GAAP Meksiko
h. Pajak tangguhan disediakan dengan menggunakan metode kewajiban. 

Baca juga: Pengertian dan jenis-jenis persediaan. 

Demikian pembahasan artikel mengenai standar akuntansi berbeda di berbagai negara, semoga dengan pemahaman artikel ini anda semakin memahami tentang akuntansi untuk standar akuntansi berbeda di berbagai negara. Terimakasih atas kunjungannya dan semoga bermamfaat. Sumber referensi: Frederick D.S. Choi, dan Gary K. Meek, International Accounting, Jakarta: Salemba Empat 2010 dan  Zebua. 2008, Akuntansi Internasional, Jakarta: MitraWacana Media jilid 1. 2012. Chapter 2: Perbedaan Akuntansi di seluruh dunia.


Source link

Categories Belajar

Leave a Comment